Kampanye Sadar Wisata dan Rintisan Desa Wisata di Wukirsari

Administrator 08 Oktober 2021 09:52:27 WIB

Kamis, 07 Oktober 2021. Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman menyelenggarakan Kegiatan Kampanye Sadar Wisata dan Rintisan Desa Wisata di Wukirsari. Dari kampanye tersebut terdapat tiga poin yang akan disampaikan. Yang pertama, Kebijakan Dinas Pariwisata dalam Pengembangan Kepariwisataan di Kabupaten Sleman. Yang kedua, tentang Manejemen Pengelolaan Perikanan Berbasis Kincir dan yang ketiga, menggali dan menumbuhkan potensi wisata di kawasan Wukirsari.

Dalam acara tersebut sambutan Lurah Wukirsari yang diwakili oleh Carik H. Ruswantoro, SE., M. IP. Beliau menyampaikan target kedepan Kalurahan Wukirsari sebagai tujuan pengembangan wisata perikanan, namun juga butuh pembinaan lebih lanjut terkait dengan budidaya ikan yang lebih baik, karena tantangan kedepan adalah ketersediaan air sedangkan air saat ini menjadi krusial karena banyak penggunaan atau pemanfaatan. Salah satu bentuk antisipasi dari hal itu salah satunya adalah dengan cara budidaya ikan dengan pola kincir supaya lebih efisien.

“Perlu diketahui bahwa sleman ini sudah mempunyai PERDA namanya PERDA RIPK (Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah)”, terang Yani Fathurrahman Anggota DPRD Sleman dalam sambutannya. Beliau menjelaskan salah satu isi dari RIPKD adalah Sleman dibagi menjadi beberapa kawasan salah satunya  wilayah sekitar Merapi. Kawasan Merapi masuk ke dalam Kawasan Konservasi, jadi ada pembatasan pembangunan, maka yang perlu dimunculkan adalah potensi alam yang ada di sekitar Merapi.

Dilihat dari topografinya wilayah Wukirsari merupakan daerah Spring Belt atau sabuk mata air, dan salah satu potensi daerah Spring Belt adalah pertanian sawah dan perikanan air tawar. Maka dari itu Yani Fathurrahman berharap Petani Milenial  yang sedang trend saat ini harus didukung supaya memperlambat alih fungsi lahan, selanjutnya diharapkan Wukirsari menjadi daaerah “Minapolitan” yaitu kawasan yang dibangun atau dikembangkan dengan konsep yang dititik beratkan pada kemajuan sektor pertanian, serta menjadikan Wukisari sebagai destinasi wisata.

“70% produksi perikanan di DIY di hasilkan dari Sleman” ungkap Ir Sri Purwaningsih, MMA Kepala Bidang Perikanan Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman. Beliau menjelaskan jika Kabupaten Sleman meskipun tidak mempunyai laut tetapi produksi perikanannya sangat luar biasa. Di tahun 2020 produksi ikan konsumsi di Sleman mencapai 55 Ribu ton, 1,3 Milyar ekor benih ikan dan 13 Juta ekor ikan hias.

Daerah disekitar Merapi viewnya sangat bagus dengan background Gunung Merapi karena itu alih fungsi lahan sangat tinggi di Kabupaten Sleman, hal itu bisa menurunkan produksi perikanan di Kabupaten Sleman , oleh karena itu menurut Ir Sri Purwaningsih, MMA untuk menjaga produksi agar tidak turun salah satunya dengan menggunakan Sibudi Dikucir” yaitu system budi daya nila dengan sentuhan kincir.

Banyak keunggulan dari system Sibudi Dikucir” salah satunya meminimalisir perebutan air karena cara ini sangat efisien. Selain itu juga sangat menarik yang cocok untuk dikembangkan ke sector pariwisata.

Banyak sekali potensi yang berada di Wilayah Kalurahan Wukirsari mulai dari bentang alam, pertanian, perikanan, dan lain lain.

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Komentar