Sosialisai Pemanfaatan Tanah Kalurahan Wukirsari

Administrator 10 November 2021 13:23:58 WIB

Kalurahan Wukirsari, 10 November 2021.

 

Kalurahan Wukirsari mengadakan Sosialisai Pemanfaatan Tanah Kalurahan Wukirsari yang bertempat di Aula Kalurahan Wukirsari pada hari Rabu, 10 November 2021. Dalam sosialisasi tersebut juga ada beberapa hal yang menjadi pembahasan diantaranya tentang pemanfaatan Tanah Desa, prosedur perijinan dan pengembangan kawasan Wukirsari dalam pengembangan ketahanan pangan dan agrowisata.

Pemaparan materi yang pertama oleh Nana Widiatmanta Amd selaku Jogoboyo Kalurahan Wukirsari. Beliau menjelaskan jika Tanah Desa Wukirsari kurang lebih seluas 1.141.327 m2 dengan rincian Tanah Kas Kalurahan seluas 1.141.327 m2 (50,66%), Tanah Pelungguh seluas 778.344 m2 (34%), Tanah Pengarem-arem seluas 194,184 m2 (8,62%), Tanah untuk fasilitas umum seluas 42.380 (1,88%) dan tanah sanggan seluas 96.470 m2 (4,28). Selain itu Tanah Kalurahan yang dilepaskan seluas 65.190 m2.

“Dengan adanya sosialisasi ini Kami berharap kita semua bareng-bareng meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan juga meningkatkan pendapatan asli Desa.” Kata Jogoboyo Kalurahan Wukirsari. beliau juga menyampaikan jika di Wukirsari banyak Tanah Kas rusak dan tidak pruduktif sehingga Pendapatan Asli Desa relatif kecil.

Narasumber selanjutnya yakni Suyitno dari Parampara Praja Gubernur DIY yang juga ahli hukum UGM membahas tentang tanah kasultanan-kadipaten Paku Alam (Sultan Ground (SG) – Paku Alam Ground (PAG)). Suyitno secara panjang lebar menguraikan sejarah keberadaan Tanah Kasultanan/Kadipaten di DIY. Bahwa Tanah Kasultanan/Kadipaten merupakan salah satu unsur keistimewaan di DIY, dari sisi hukum pertanahan ada peralihan yakni pada zaman dahulu berdasarkan hukum adat sekarang beralih berdasarkan peraturan perundang-undangan. Sejarah pertanahan Tanah Kasultanan/Kadipaten  di DIY bisa dilihat dalam dokumen RIJKSBLAD Tahun 1918. Suyitno menyampaikan tentang sejarah atau asal – usul adanya SG dan PAG. Menurut Suyitno, “Tanah – tanah yang masih termasuk SG-PAG, masih menjadi kewenangan penuh Kasultanan-Kadipaten Paku ALaman, sebagai tanah hak milik adat yang belum dapat dikonversi ke dalam hak-atas tanah sebagaimana diatur dalam UUPA.” Urainya.

Dalam sesi ketiga Zaini Anwar, S.T., M.T. Kepala Bidang Pertanahan Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Kabupaten Sleman  menjelaskan tentang prosedur-prosedur permohonan untuk pemanfaatan Tanah Kas Desa/Kalurahan. Setelah itu dilanjutkan dengan pemaparan materi mengenai pengembangan kawasan Wukirsari untuk ketahanan pangan dan agrowisata oleh Panewu Cangkringan Djaka Sumarsono, AP., M.Si.

“Semoga setelah adanya sosialisasi ini nantinya masyarakat bersama-sama mematuhi mekanisme, peraturan dan hukum yang berlaku dengan sebaik-baiknya.” Pungkas Lurah Wukirsari Handung Tri Rahmawan dalam sambutan acara sosialisasi tersebut.

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Komentar