Sosialisasi Pemanfaatan Tanah Kalurahan Wukirsari

Administrator 17 November 2021 13:38:37 WIB

Kalurahan Wukirsari, 17 November 2021.

Untuk kedua kalinya dalam bulan ini Pemerintah Kalurahan Kapanewon Cangkringan mengadakan Sosialisai Pemanfaatan Tanah Kalurahan yang dilaksanakan di Aula Kalurahan Wukirsari pada hari Rabu, 17 November 2021. Dalam sosialisasi tersebut terdapat beberapa hal yang menjadi pembahasan diantaranya tentang pemanfaatan Tanah Desa dan prosedur administrasi. Kegiatan ini dihadiri oleh Panewu Cangkringan, Lurah Wukirsari, Jagabaya Wukirsari, Dukuh dan perwakilan masyarakat serta narasumber dari Parampara Praja DIY.
Dalam sambutannya Lurah Wukirsari Handung Tri Rahmawan menjelaskan tujuan acara sosialisasi tersebut untuk tertibnya administrasi dan legalitas hukum sehingga dalam mengelola tanah Kalurahan bisa lebih bermanfaat dan membantu administrasi Kalurahan Wukirsari.
Selanjutnya Panewu Cangkringan Djaka Sumarsono, AP., M.Si. mengucapkan banyak terimakasih kepada Pemerintah Kalurahan Wukirsari yang telah menyelenggarakan Sosialisasi Pemanfaatan Tanah sehingga masyarakat dapat paham mengenai penggunaan Tanah Kas Desa/Kalurahan dan prosedur administrarinya. Selain itu Panewu Cangkringan berharap acara tersebut dilaksanakan di seluruh Kalurahan di Kapanewon Cangkringan.
Kemudian materi tentang Tanah Kalurahan disampaikan oleh Nana Widiatmanta Amd selaku Jagabaya Kalurahan Wukirsari. Beliau menambahkan jika sosialisasi tersebut juga memberikan pemahaman kepada masyarakat tujuan dari pemanfaatan Tanah Desa.
“Dengan adanya sosialisasi ini Kami berharap kita semua bareng-bareng meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan juga meningkatkan pendapatan asli Desa.” Kata Jogoboyo Kalurahan Wukirsari..
Narasumber selanjutnya yakni Suyitno dari Parampara Praja Gubernur DIY yang juga ahli hukum UGM membahas tentang tanah kasultanan-kadipaten Paku Alam (Sultan Ground (SG) – Paku Alam Ground (PAG)). Suyitno secara panjang lebar menguraikan sejarah keberadaan Tanah Kasultanan/Kadipaten di DIY. Bahwa Tanah Kasultanan/Kadipaten merupakan salah satu unsur keistimewaan di DIY, dari sisi hukum pertanahan ada peralihan yakni pada zaman dahulu berdasarkan hukum adat sekarang beralih berdasarkan peraturan perundang-undangan. Sejarah pertanahan Tanah Kasultanan/Kadipaten di DIY bisa dilihat dalam dokumen RIJKSBLAD Tahun 1918. Suyitno menyampaikan tentang sejarah atau asal – usul adanya SG dan PAG. Menurut Suyitno, “Tanah – tanah yang masih termasuk SG-PAG, masih menjadi kewenangan penuh Kasultanan-Kadipaten Paku Alaman, sebagai tanah hak milik adat yang belum dapat dikonversi ke dalam hak-atas tanah sebagaimana diatur dalam UUPA.” Urainya.

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Komentar