Kopi Gondang Salah Satu Produk Petani Di Wukirsari.

Administrator 29 November 2021 12:26:06 WIB

Kalurahan Wukirsari, 29 November 2021.

 

Kalurahan Wukirsari terletak di sabuk mata air atau spring belt di Lereng Gunung Merapi yang subur dan cocok untuk budidaya Kopi. Pembudidayaan kopi di lereng Gunung Merapi juga sudah berjalan secara turun - temurun. Meski keberadaanya cukup lama, tapi erupsi Gunung Merapi pada 2010 menjadi momentum melambungkan nama kopi Merapi. Salah satunya Kopi yang dibudidaya Suryono warga Dusun Gondang Pusung, Kalurahan Wukirsari, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman.

"Kopi Merapi sebenarnya sudah ada cukup lama dan sempat meredup sebab harga kopi saat itu cukup rendah hingga akhirnya beberapa warga menelantarkan pohon kopi yang ada di kebun mereka.” Ujar Suryono.

Akibat erupsi Merapi tahun 2010 banyak tanaman kopi yang rusak di wilayah Cangkringan, namun karena hal tersebut lah kopi merapi menjadi semakin dikenal orang. Setelah erupsi banyak orang datang untuk membantu masyarakat Lereng Merapi yang menjadi korban erupsi. Dari situ mereka mengetahui jika di wilayah cangkringan banyak tanaman kopi dan mereka mencicipi kopi yang berada di wilayah Cangkringan tersebut. Tidak disangka banyak penggemar kopi menyatakan jika kualitas dan rasa kopi tersebut enak dan tidak kalah dari kopi lereng Merapi yang lain.

Karena hal tersebut dan merasa tinggal di daerah yang subur serta potensi yang besar, Suryono mengajak beberapa warga untuk mulai mengembangkan kopi di wilayahnya. Selain itu beliau juga mengajari cara membudidayakan kopi dari proses penanaman hingga pengolahan.

Suryono telah memiliki olahan produk dengan merek Kopi Gondang, diberi nama demikian karena Suryono dan kebunnya berada di Dusun Gondang. Sebelumnnya kopi diolah dengan cara tradisional karena keterbatasan alat, kemudian beliau mencari berbagai referensi dan menciptakan alat sendiri untuk pengolahan kopi supaya efisien.

Saat ini pemasaran Kopi Gondang sudah sampai keluar DIY, mulai dari Tangerang, Bali, Madiun hingga Surabaya. Dengan pengolahan sendiri Suryono mengaku ada peningkatan dari pada menjual kopi yang belum diolah atau green bean.

“Jual green bean itu Rp 30.000, Rp 40.000 per kilo, dengan saya jual berbentuk produk seperti ini Rp 125.000 per kilo, kalau 250 gram, Rp 35.000," pungkasnya.

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Komentar