Kerajinan "Inas Rajut Merapi" Terus Bertahan Di Masa Pandemi

Administrator 21 Desember 2021 10:07:08 WIB

Kalurahan Wukirsari, 21 Desember 2021.

 

Pasca erupsi Merapi 2010 banyak masyarakat yang kehilangan mata pencahariannya selama kurun waktu kurang lebih tiga bulan karena harus mengungsi dan lumpuhnya perekonomian di sekitar Gunung Merapi.

Namun, jika kita bisa mengambil hikmah dari setiap kejadian dan memiliki tekad kuat untuk bangkit maka akan ada jalan untuk pulih dari keterpurukan. Seperti yang dilakukan oleh Ibu Inastri Nurohmawati warga Dusun Salam Kalurahan Wukirsari Kapanewon Cangkringan yang membuat unit usaha kecil dalam bidang kerajinan yang dapat dijadikan tambahan pemasukan untuk keluarga.

Berbekal keahlian merajut yang didapat dari pelatihan yang diberikan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman tahun 2012 yang lalu, mulanya Ibu-ibu di Kapanewon Cangkringan membuat kelompok “Rajut Merapi” yang mengembangkan karya seni berbagai kreasi bernilai ekonomi seperti tas, dompet, taplak meja dan lain sebagainya. Namun seiring berjalannya waktu, saat ini hanya tinggal Inastri Nurohmawati yang masih mengembangkat kerajinan tersebut yang produknya ia beri nama “Inas Rajut Merapi”.

“Awalnya kelompok rajut dulunya dari satu kapanewon yang anggotanya terdiri dari lima Kalurahan, tapi sekarang tinggal saya yg jalan karena teman-teman yang lain terbentur dengan berbagai aktifitas, banyak yg beralih profesi dan ada juga yang pindah kependudukan sehingga membuat kelompok tersebut tidak berproduksi lagi meskipun kelompok paguyubannya masih ada ” jelas pemilik Inas Rajut Merapi tersebut (21/12/2021).

Produk “Inas Rajut Merapi” saat ini bisa ditemui di pameran-pameran di berbagai event yang diselenggarakan oleh Dinas maupun swasta dan juga dijual melalui media online, reseller serta butik.

Varian produk saat ini adalah tas, dompet, tempat botol air mineral, bros, penjepit rambut, bandana, dan lain-lain.

Kerajinan seperti dompet dijual dengan harga Rp. 50.000 sampai Rp. 500.000, aksesoris rajut mulai dari Rp. 1000 sampai Rp. 5.000, sedangkan harga tas rajut berkisar antara Rp. 80 ribu hingga Rp. 400 ribu tergantung tingkat kerumitan dan bahan lain yang menjadi pendukung produk.

 

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Komentar