Sosialisasi Sosialisasi Pra Pelaksanaan Pekerjaan Pembangunan Sabo Dam Kali Opak

Administrator 09 Maret 2022 14:26:06 WIB

Kalurahan Wukirsari, 09 Maret 2022.

Sabo Dam merupakan istilah umum untuk bangunan yang berfungsi sebagai penahan dan mengurangi kecepatan aliran lahar yang membawa material vulkanik, sekaligus meminimalisir risiko bencana banjir lahar hujan di sepanjang alur sungai. Untuk itu Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), membangun Sabo Dam di Kali Opak yang terletak di Padukuhan Salam dan Padukuhan Bulaksalak Kalurahan Wukirsari, Kapanewon Cangkringan.

Sebelum pembangunan Sabo Dam dimulai, terlebih dahulu Kementrian PUPR melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak melakukan Sosialisasi Pra Pelaksanaan Pekerjaan di Aula Balai Kalurahan Wukirsari (9/3/22).

Dalam sambutannya Lurah Wukirsari Handung Tri Rahmawan berharap kegiatan dapat berjalan lancar dan meminta kerjasama antara warga dan pihak-pihak yang terlibat supaya dapat terlaksana dengan baik. Lurah Handung juga meminta Dukuh beserta Warga bisa bekerjasama dan berkoordinasi dengan pelaksana berkaitan dengan hal-hal yang harus diselesaikan.

“Semoga kita warga Wukirsari khususnya warga Padukuhan Salam dan Bulaksalak mendapat manfaat dari pembangunan Sabo Dam ini, karena kegiatan ini adalah aspirasi dari warga Padukuhan yang ada di bantaran Kali Opak” Kata Lurah Wukirsari.

Joko Susilo, SP, M.Si Panewu Anom Kapanewon Cangkringan mewakili Panewu Cangkringan berterimakasih dan memberikan dukungan sepenuhnya untuk mewujudkan harapan masyarakat dalam menjaga kestabilan di bantaran Sungai Opak.

“Tentunya kegiatan ini tidak dapat berjalan jika tidak ada dukungan dari semua pihak khususnya warga masyarakat di sekitar, untuk itu kami mohon pengertiannya, dukungan dan kerjasamanya” imbuh Panewu Anom.

Kepala Satker Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air (PJPA) Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak, Dirjen SDA, Kementerian PUPR, Gunawan Suntoro, S.T., MDM. M.Eng, mengatakan tujuan utama pembangunan Sabo Dam untuk mengendalikan lahar dingin dari Merapi. Selain itu Gunawan juga menambahkan nantinya dapat berfungsi sebagai jembatan penghubung antar padukuhan.

“Utamanya untuk mengendalikan lahar dingin dari Merapi. Karena ketika nanti lahar dingin yang di Merapi, kemudian terkena hujan akan terbawa melalui sungai, kemudian fungsi Sabo Dam untuk menahan sendimen tersebut supaya tidak membahayakan di hilirnya,” tuturnya.

Sementara itu Kepala PPK Pengendalian Lahar Gunung Merapi, BBWSSO, Muhammad Fahrurrozi, S.T., M.T. mengungkapkan jika saat ini sudah ada 244 unit Sabo Dam di Wilayah Merapi yang pembangunannya dimulai sejak Tahun 1969. Dalam sosialisasi tersebut PPK yang akrab disapa Fauzi tersebut membawakan materi tentang manfaat dan tujuan pembangunan Sabo Dam.

Dalam pengerjaan proyek ini beliau mengatakan jika nantinya akan menjalankan Program Padat Karya, dengan menyerap atau melibatkan  tenaga kerja lokal dari warga sekitar. Hal ini sebagai bentuk PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional) yang dilakukan pemerintah. Jadi untuk warga sekitar yang ingin bekerja dalam pembangunan proyek tersebut diharap untuk berkoordinasi dengan dukuh atau pelaksana proyek.

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Komentar