Antisipasi Lahar Dari Merapi, Dua Sabo Dam Dibangun Di Wilayah Wukirsari

Administrator 10 Maret 2022 11:11:02 WIB

Kalurahan Wukirsari, 10 Maret 2022

Letusan dahsyat Gunung Merapi pada 2010 mengakibatkan banjir lahar dingin di 15 sungai yang berhulu di Gunung Merapi, sehingga menimbulkan kerusakan lingkungan disekitar bantaran sungai. Selain menimbulkan kerugian dalam hal materi, lahar hujan juga mengancam keselamatan warga yang tinggal maupun beraktivitas di sekitar sungai.

Untuk itu Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan membangun dua Sabo Dam di Wilayah Kalurahan Wukirsari, Kapanewon Cangkringan, Kabupaten Sleman yang akan mengendalikan banjir lahar hujan dari Gunung Merapi sehingga dapat meminimalisir dampak dari aliran lahar. Dua titik pembangunan tersebut terletak di sebelah timur Dusun Bulaksalak yang nantinya bisa menjadi penghubung Padukuhan Bulaksalak dengan Padukuhan Ngepringan atau Hunian Tetap Gondang Dua. Kemudian satu unit lagi terletak di sebelah timur Dusun Krajan yang dapat dipergunakan sebagai penghubung utama Dusun Krajan dan Dusun Salam.

Dalam acara Sosialisasi Pra Pelaksanaan Pekerjaan di Aula Balai Kalurahan Wukirsari (9/3/22), Kepala PPK Pengendalian Lahar Gunung Merapi, BBWSSO, Muhammad Fahrurrozi, S.T., M.T. mengatakan bahwa dari rencana sebanyak 25 unit baru terbangun 6 unit Sabo Dam di bantaran Sungai Opak. Untuk itu saat ini mulai dibangun 2 unit Sabo Dam di Wilayah Kalurahan Wukirsari.

“Fungsi Sabo Dam ini untuk menahan lahar hujan dan mengendalikan erosi atau degradasi sungai. Fungsi yang lain untuk jembatan penghubung antar dusun serta nantinya akan dibuatkan saluran irigasi” jelas PPK yang akrab disapa Fauzi tersebut.

Lukman Arif perwakilan dari P.T. Surya Mataram Sakti selaku kontraktor menjelaskan, dana pembangunan Dua unit Sabo Dam seluas 30,689 Hektar tersebut senilai kurang lebih RP. 24 Milyar dengan dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Beliau juga menyebutkan masa pelaksanaan pekerjaan mulai dari tanggal 22 Februari 2022 sampai dengan 9 Oktober 2022 atau selama 240 Hari dan masa pemeliharaan selama 360 Hari.

Lurah Wukirsari Handung Tri Rahmawan meminta kepada warga dan pihak-pihak yang terlibat supaya dapat bekerjasama dan saling berkoordinasi untuk menyelesaikan hal-hal yang berkaitan dengan Proyek ini sehingga nantinya pengerjaan Sabo Dam dapat terlaksana dengan baik.

“Semoga kita warga Wukirsari khususnya warga Padukuhan Salam dan Bulaksalak mendapat manfaat dari pembangunan Sabo Dam ini, karena kegiatan ini adalah aspirasi dari warga Padukuhan yang ada di bantaran Kali Opak” Kata Lurah Wukirsari.

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Komentar