Memperingati HKBN, Wukirsari Siap Untuk Selamat.

Administrator 26 April 2022 11:40:24 WIB

Kalurahan Wukirsari, 26 April 2022.

Kesiapsiagaan sangat penting untuk masyarakat karena bencana bisa terjadi kapan dan di mana saja. Maka dari itu Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menginisiasi pencanangan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN) yang diperingati pada setiap 26 April. HKBN bertujuan untuk menumbuhkan semangat #siapuntukselamat, yaitu salah satu upaya mengajak masyarakat untuk selalu waspada terhadap ancaman bencana.

Pemerintah Kalurahan Wukirsari dalam hal kebencaan juga telah menjadi Kalurahan penyangga yang akan dipergunakan untuk menampung pengungsi jika sewaktu-waktu bencana terjadi. Wukirsari sendiri berada pada jarak 13 Kilometer dari puncak Merapi, namun beberapa wilayah di Wukirsari termasuk dalam kawasan rawan bencana karena dilewati sungai yang berhulu di Merapi.

Sebagai Desa/Kalurahan penyangga, fasilitas dan perlengkapan dipersiapkan oleh Pemerintah Kalurahan Wukirsari. Barak-barak pengungsian mulai dibangun di beberapa titik yaitu Barak Pengungsian Brayut dan Barak Pengungsian Kiyaran, lalu tempat-tempat relokasi untuk ternak juga di sediakan di lapangan Watuadeg dan lapangan Jabalkat.

“Sebagai Desa Siaga, Wukirsari terus meningkatkan kapasitas sumberdaya manusia untuk menghadapi bencana kedepan khususnya Lembaga-lembaga Desa” Terang Carik Wukirsari H. Ruswantoro, SE., M. IP.

Beliau juga menerangkan selain peningkatan kapasitas, sebagai Desa Siaga maka perlu peningkatan dalam hal perlengkapan dan fasilitas pendukung serta pemetaan wilayah rawan bencana di wilayah Wukirsari karena ancaman bencana tidak hanya Erupsi Merapi tetapi juga bencana alam yang lainnya, bencana non alam seperti pandemi covid-19 serta bencana sosial.

Meskipun sebagian wilayahnya terdampak Erupsi, Pemerintah Kalurahan Wukirsari sudah sejak awal terlibat dalam penanganan bencana erupsi 2010. Dengan mengerahkan seluruh Kelembagaan Kalurahan seperti Karang Taruna dan Linmas, Relawan dan Pihak Terkait untuk membantu mengurusi pengungsi yang semakin banyak berdatangan.

Dengan pengalaman tersebut Pemerintah Kalurahan Wukirsari tumbuh menjadi Kalurahan yang memiliki kemampuan mandiri untuk beradaptasi dan menghadapi ancaman bencana, serta dapat segera memulihkan diri dari dampak bencana.

Karena posisinya sebagai desa penyangga namun juga memiliki potensi bencana, Wukirsari mampu mengorganisir sumber daya masyarakat untuk mengurangi kerentanan dan sekaligus meningkatkan kapasitas demi mengurangi risiko bencana.

Kemampuan ini diwujudkan dalam perencanaan pembangunan yang mengandung upaya-upaya pencegahan, kesiapsiagaan, pengurangan risiko bencana dan peningkatan kapasitas untuk pemulihan pasca keadaan darurat.

Sumber : Refleksi 11 Tahun Erupsi Merapi, Kalurahan Wukirsari Kapanewon Cangkringan

Link      : https://wukirsarisid.slemankab.go.id/first/artikel/167-Refleksi-11-Tahun-Erupsi-Merapi--Kalurahan-Wukirsari-Kapanewon-Cangkringan

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Komentar