Bincang Santai Lurah Wukirsari Di Tempat Konservasi Tyto Alba.

Administrator 30 Mei 2022 16:27:39 WIB

Kalurahan Wukirsari, 30 Mei 2022

Lurah Wukirsari Handung Tri Rahmawan bersama Panewu Anom Cangkringan Joko Susilo serta Agung Dwi Maryanto selaku PPL Pertanian Wukirsari berbincang santai bersama warga di Pendopo Konservasi Burung Hantu Dusun Cancangan, Kalurahan Wukirsari Kapanewon Cangkringan (30/05/2022).

Dalam bincang santai tersebut Lurah Handung menanyakan beberapa hal terkait pertanian dan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak di wilayah Wukirsari.

Agung Dwi Maryanto selaku PPL Pertanian di Wilayah Wukirsari menyatakan jika saat ini PMK pada ternak belum terdeteksi di Wukirsari, meskipun belum adanya kasus, ternak selalu dipantau dan diawasi supaya jika ada gejala PMK bisa segera diatasi. Selain itu, serangan hama tikus mulai ada peningkatan di wilayah Wukirsari.

Namun untuk persawahan sekitar Cancangan tidak terlalu parah dibanding dengan persawahan yang lain. Hal itu dikarenakan terdapat Konservasi Burung Hantu di wilayah tersebut.

Menurutnya, salah satu teknik pengendalian hama tikus yang efektif dan saat ini adalah pengendalian secara hayati dengan menggunakan musuh alami hama tikus yaitu burung hantu spesies Tyto alba yang dikenal dengan nama serak jawa.

Di tempat konservasi burung hantu Serak Jawa (Tyto Alba) Dusun Cancangan terdapat 18 gupon atau tempat sarang burung ada sekitar 9 sarang aktif, setiap sarang terdapat rata-rata 5 anakan burung hantu maupun yang masih berupa telur.

Disamping pengendalian hama, Handung Tri Rahmawan juga menanyakan perkembangan pertanian padi organik di area persawahan Dusun Cancangan.

Menanggapi hal tersebut, PPL Pertanian Wukirsari Agung Dwi Maryanto menyampaikan jika dalam peralihan dari pupuk kimia ke organik ada penurunan hasil panen, namun setelah rutin memakai pupuk organik agen hayati, hasil panen dapat meningkat secara signifikan.

Beliau juga mengatakan, saat ini Pertanian organik di Cancangan belum bisa mendapat sertifikat dikarenakan lahan pertanian organik belum menjadi satu blok. Petani belum bisa beralih dari pertanian konvensional yang menggunakan pupuk kimia ke pertanian organik adalah salah satu kendalanya.

 

 

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Komentar