“Ngrumat Budaya, Ngrawat Jagad” Menjadi Tema Gelar Potensi Dan Kantong Budaya Kalurahan Wukirsari.

Administrator 20 Juni 2022 13:58:58 WIB

Kalurahan Wukirsari, 18 Juni 2022.

Dinas Kebudayaan “Kundho Kabudayan” Kabupaten Sleman bersama Pemerintah Kalurahan Wukirsari menyelenggarakan Gelar Potensi dan Kantong Budaya di Bumi Perkemahan Dewi Tanggalsari, Dusun Gungan, Kalurahan Wukirsari, Kapanewon Cangkringan, Sabtu (18/6/22).

Salah satu rangkain acara tersebut adalah sarasehan yang bertempat di “Waroeng Rebyoek” sebelah selatan Bumi Perkemahan Tanggalsari. Dengan tema “Ngrumat Budaya, Ngrawat Jagad”, panitia bermaksud meng-korelasikan atau menggabungkan antara budaya kearifan lokal dengan mitigasi bencana.

sarasehan dihadiri oleh Panewu Anom Cangkringan Joko Susilo, SP, M.Si., Lurah Wukirsari Handung Tri Rahmawan serta perwakilan dari kelompok kesenian dan pelaku kesenian di Kalurahan Wukirsari. Narasumber sarasehan di isi oleh Eko Ferianto selaku Kepala Bidang Adat Tradisi Budaya Lembaga dan Seni Kabupaten Sleman serta Subandrio dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dalam sambutannya Panewu Anom Cangkringan Joko Susilo, SP, M.Si. menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya acara tersebut. Menurutnya Merapi merupakan potensi yang luar biasa dan menjadi daya tarik bagi sektor pariwisata.

“Monggo selaku pelaku wisata dan budaya mengkolaborasikan potensi disekitar dengan budaya yang sudah ada” kata Panewu Anom.

Beliau berharap Budaya dan Kesenian mempunyai kelembagaan yang diakui Pemerintah dan menjadi daya dukung wisata. Joko Susilo juga meminta potensi budaya yang sangat luar biasa tersebut diharmoniskan dengan keberadaan Gunung Merapi.

“Dengan adanya kegiatan ini, semoga Dewi (Desa Wisata) Tanggalsari dapat menjadi tempat untuk melestarikan budaya dan juga membudayakan mitigasi bencana” Kata Lurah Wukirsari Handung Tri Rahmawan.

Dalam sambutannya, Lurah Handung berharap selain menjadi destinasi wisata, Dewi Tanggalsari dapat mengangkat UMKM yang berada di sekitar Bumi Perkemahan.

“Kita berharap kegiatan kesenian dan lainnya dapat berlanjut sehingga menjadi agenda rutin di Bumi Perkemahan Tanggalsari” pungkasnya.

Kepala Bidang Adat Tradisi Budaya Lembaga dan Seni Kabupaten Sleman Eko Ferianto menyampaikan materi terkait Desa Rintisan Budaya, tahapan-tahapan menjadi Desa Budaya serta pentingnya Nomor Induk Kebudayaan (NIK).

“Kami sarankan bagi yang belum mempunyai NIK (Nomor Induk Kebudayaan) segera mendaftarkan dan mencatat aset budayanya” pesan Eko Ferianto.

Beliau mengatakan bagi kebudayaan/kesenian yang terpilih akan mendapat dukungan dari Dinas Kebudayaan “Kundho Kabudayan” Kabupaten Sleman.

Materi selanjutnya diisi oleh Subandrio dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Daerah Istimewa Yogyakarta. Subandrio menyampaikan ilmu tentang kegunung apian serta mitigasi atau penanggulangan bencana khususnya mengenai ancaman yang ditimbulkan dari Gunung Merapi.

Sarasehan ditutup dengan acara penanaman pohon Kepuh, Nyamplung dan Ketapang di lokasi Bumi Perkemahan Tanggalsari oleh Kedua Narasumber, Panewu Cangkringan yang diwakili oleh Panewu Anom serta Lurah Wukirsari.

Komentar atas “Ngrumat Budaya, Ngrawat Jagad” Menjadi Tema Gelar Potensi Dan Kantong Budaya Kalurahan Wukirsari.

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Komentar