Kegempaan Merapi Meningkat, Warga Diharapkan Untuk Tetap Tenang

Administrator 15 September 2022 10:41:10 WIB

Kalurahan Wukirsari, 15 September 2022.

Kalurahan Wukirsari, Kapanewon Cangkringan merupakan salah satu Kalurahan yang berada di kaki gunung Merapi. Wukirsari terletak sekitar 10 Kilometer sisi selatan Gunung serta dilalui Tiga Sungai Besar yang berhulu di Merapi, yaitu Kali Gendol yang berada di batas timur, Kali Opak yang berada di tengah wilayah Wukirsari dan Kali Kuning yang menjadi batas wilayah Kalurahan Wukirsari sisi barat.

Karena memiliki potensi ancaman bencana dari aktivitas vulkanik, maka laporan aktivitas merapi sangat penting untuk disampaikan kepada warga masyarakat Kalurahan Wukirsari. Untuk itu berikut kami sampaikan laporan aktivitas Gunung Merapi yang bersumber dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG).

Menurut informasi yang dibagikan melalui akun BPPTKG pada hari Selasa 13 September 2022, Kepala BPPTKG, Dr. Agus Budi Santoso mengungkapkan adanya peningkatan kegempaan pada awal bulan Agustus 2022. Kegempaan Gunung Merapi mencapai 100 kali per hari yang didominasi gempa vulkanik dalam atau VTA. Agus Budi Santoso menjelaskan jika gempa VTA yang terjadi merupakan penanda adanya aktivitas magmatik di bawah permukaan puncak Gunung Merapi pada kedalaman +- 1,5 Kilometer dari permukaan kawah.

Kemudian pada tanggal 7 September 2022 telah terjadi gempa tremor non-harmonik dengan frekuensi 6Hz yang merupakan cerminan aktivitas fluida gas di kantong magma. Menurut Agus, gempa tersebut belum berimplikasi signifikan terhadap peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Merapi saat ini.

“Gempa Vulkanik Dalam atau VTA menunjukkan adanya aktivitas suplay magma yang apabila keluar ke permukaan akan berupa ekstrusi yang bersifat efusif seperti yang selama ini terjadi sejak 4 Januari 2021.” kata Kepala BPPTKG tersebut.

Menurutnya gempa-gempa yang terjadi saat ini berbeda dengan gempa-gempa yang terjadi pada erupsi 2010 dimana frekuensi dan energi gempa vulkani jauh lebih tinggi.

Agus juga menambahkan jika perhitungan bahaya untuk erupsi efusif berdasarkan volume kubah lava sehingga untuk saat ini rekomendasi masih sama. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Namun erupsi eksplosif seperti erupsi freatik masih berpotensi terjadi dengan lontaran material sejauh 3 Kilometer dari puncak.

“Masyarakat diharapkan untuk tetap tenang dan beraktivitas seperti biasanya namun tetap menjaga kesiapsiagaannya” pesan Agus Budi Santoso.

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Komentar