Warga Bersama TPPKM IST AKPRIND Yogyakarta Kembangkan Mikro Hidro Di Padukuhan Salam

Administrator 28 September 2022 13:15:08 WIB

Kalurahan Wukirsari, 28 September 2022.

Wukirsari yang terletak di daerah sabuk mata air atau Spring belt menjadikannya memiliki bentang alam yang sangat beragam dengan daerah persawahan di sisi selatan serta perkebunan di sisi utara. Oleh karena itu Wilayah Wukirsari memiliki berbagai macam potensi mulai dari pertanian, perikanan, perkebunan bahkan pariwisata.

Untuk mengoptimalkan potensi alam tersebut, Tim Pelaksana Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta mengaplikasikan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) di Padukuhan Salam Krajan, Kalurahan Wukirsari, Kapanewon Cangkringan, Kabupaten Sleman.

Padukuhan Salam memiliki mata air yang debitnya cukup besar dan baru dimanfaatkan untuk Penyediaan Air Minum serta Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas). Oleh karena itu, debit air dari aliran masukan air (inlet) ke bak penampungan (reservoir) Pamsimas dimanfaatkan untuk menggerakan dinamo pembangkit tenaga listrik yang aliran listriknya dapat dipergunakan sebagai penerangan jalan serta membangun instalasi air siap minum.

"Kegiatan PKM ini diharapkan mampu memberikan peluang yang besar dalam menunjang pelaksanaan pembangunan yang berorientasi pada aspek lingkungan dan ekosistem.” Kata Purnawan ST MT CWS IPM Ketua Tim PKM IST AKPRIND dari Jurusan Teknik Lingkungan (27/09/22).

Sementara itu, Bambang Tri Atmojo selaku Dukuh Salam mengatakan jika program tersebut diharapkan bisa menjaga dan melestarikan alam lingkungan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Secara garis besar kami mendukung penuh program kemitraan antara IST AKPRIND dengan Kalurahan Wukrisari melalui Padukuhan Salam.” Kata Bambang.

Program pengembangan pembangkit listrik tenaga mikro hidro termasuk salah satu dari tiga program kemitraan dengan IST AKPRIND yang di laksanakan di Padukuhan Salam. Dua program lainnya yang sedang berjalan adalah pengembangan produk olahan makanan dari bahan baku tananman kakao oleh Komunitas Wanita Tani (KWT) “Sekar Kantil” Padukuhan Salam dan pemanfaatan bunga kantil untuk dijadikan produk minyak wangi serta olahan minuman tradisional.

“Harapan kedepan akan ada program-program inovasi baru khususnya di Padukuhan Salam Krajan dan 23 padukuhan lainnya di Kalurahan Wukirsari.” pungkas Dukuh Salam tersebut.

 

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Komentar