Rembug Stunting, Upaya Pencegahan dan Penurunan Stunting Di Kalurahan Wukirsari

Administrator 06 Oktober 2022 11:13:33 WIB

Kalurahan Wukirsari, 06 Oktober 2022.

Stunting adalah kondisi di mana anak mengalami gangguan pertumbuhan sehingga menyebabkan tubuhnya lebih pendek ketimbang teman-teman seusianya dan memiliki penyebab utama kekurangan nutrisi. Masalah stunting penting untuk diselesaikan, karena berpotensi mengganggu potensi sumber daya manusia dan berhubungan dengan tingkat kesehatan, bahkan kematian anak. 

Sebagai komitmen Pemerintah Kalurahan Wukirsari Kapanewon Cangkringan dalam melakukan pencegahan dan penurunan stunting di wilayahnya maka diadakan Pertemun Rembug Stunting Kalurahan Wukirsari Tahun 2022 yang bertempat Aula Utama Balai Kalurahan Wukirsari, Kapanewon Cangkringan (06/10/2022).

Dalam sambutannya Lurah Wukirsari yang diwakili oleh H. Ruswantoro, S.E., M.IP., menyampaikan jika Pemerintah Kalurahan bekerja sama dengan seluruh pihak terkait dan juga masyarakat untuk berusaha menurunkan kasus stunting sehingga akan menciptakan generasi penerus yang sehat.

“Dari setiap tahapan-tahapan perlu ada pengamatan, jadi stunting tidak datang secara tiba-tiba, namun jika kita perhatikan sejak dini, sejak dalam kandungan hingga lahir, tanda stunting baru akan kelihatan usia 2 tahun.” Kata Ruswantoro.

Dalam mengatasi masalah stunting, Dukuh dan Kader di wilayah Wukirsari diminta untuk bekerja sama mengamati kondisi yang ada di sekitar khususnya kondisi ibu hamil, ibu menyusui, dan sebagainya. Ruswantoro juga menambahkan dari kondisi itu akan diketahui bahwa anak tersebut masuk kategori stunting atau tidak.

Sumiyati, A.Md., selaku Kepala Jawatan Sosial Kapanewon Cangkringan dalam acara tersebut menyampaikan jika kasus stunting adalah tanggung jawab kita bersama sehingga perlu adanya kerjasama semua pihak untuk mengatasinya. Sumiyati berharap Rumah Data segera terwujud karena sangat penting untuk mengetahui data di setiap wilayah yang berpotensi stunting.

Ketua BPKal Wukirsari H. Tuyahmin, S.Ag., mengatakan jika fokus atau prioritas pencegahan stunting lebih ke anak usia dibawah dua tahun dan ibu hamil yang termasuk kategori keluarga miskin.

Sementara itu Munasir selaku Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) Kapanewon Cangkringan memberikan materi tentang “Pendampingan Keluarga Dalam Percepatan Penurunan Stunting”.

Dalam kegiatan yang sama Atri Hastutiningsih, S.Gz., selaku Nutrisionis Puskesmas Cangkringan memberikan pengetahuan tentang langkah-langkah pencegahan stunting yang dimulai dari Posyandu. Selain itu beliau juga memaparkan cara-cara pencegahan kepada anak supaya tidak menderita stunting.

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Komentar