Kronologi Erupsi Merapi tanggal 5 November 2010

Administrator 04 November 2022 08:08:39 WIB

Menurut BPPTKG, gejala peningkatan aktivitas Merapi terjadi mulai akhir tahun 2009, ditandai dengan munculnya swarm vulkanik pada tanggal 31 Oktober 2009.yang terulang kembali pada tanggal 9 Desember 2009.

Swarm vulkanik kembali terjadi pada 10 Juni 2010, aktivitas kegempaan meningkat hingga 100 kali per hari. Tubuh Gunung merapi juga mengalami pembengkaan atau deformasi mencapai 15cm per hari.

20 September 2010 status aktivitas Merapi dari Normal dinaikkan menjadi Waspada. Kemudian pada 21 Oktober 2010 pukul 17.00 WIB status merapi ditingkatkan dari waspada menjadi siaga oleh Kepala Balai Penyelidikan Dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) DIY Subandrio.

Suara gemuruh Merapi menggetarkan rumah-rumah warga, kegempaan terus meningkat hingga lebih 400 kali sehari dan deformasi mencapai 50cm per hari. Akhirnya pada 25 Oktober 2010 pukul 06.00 WIB status aktivitas Merapi di naikan dari Siaga menjadi Awas oleh DR. Surono selaku Kepala PVMBG.

Mulai Kamis pagi tanggal 04 Oktober 2010, warga sudah melihat Gunung Merapi yang mengalami tremor, suara dan getaran yang dihasilkan bisa dirasakan sampai berpuluh kilometer dari puncak Gunung Merapi. Pada malam hari abu dan kerikil mulai menghujani wilayah selatan Gunung Merapi.

Dr. Surono yang saat itu menjabat sebagai Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyatakan zona  bahaya diperluas menjadi 20 kilometer untuk wilayah Sleman.

“Terhitung pukul 01.00 dini hari tanggal 5 November ini zona kami perluas menjadi 20 kilometer,” kata Surono.

Perluasan zona bahaya ini dilakukan menyusul kondisi Gunung Merapi yang kian membahayakan.

Hidup Harmoni Dengan Potensi Bencana Gunung Merapi Di Kalurahan Wukirsari

Kronologi Erupsi Merapi tanggal 5 November 2010

Kesaksian Warga Melihat Lava Pijar Erupsi Gunung Merapi

Dampak erupsi merapi di Kalurahan Wukirsari

Wukirsari Menguatkan Kemampuan Mitigasi Untuk Menciptakan Harmoni Di Lereng Merapi

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Komentar