Kesaksian Warga Melihat Lava Pijar Erupsi Gunung Merapi

Administrator 04 November 2022 08:10:21 WIB

Bagi Yudhi Ariyanto salah satu warga Padukuhan Gungan, Kalurahan Wukirsari, Kapanewon Cangkringan, erupsi dahsyat Gunung Merapi pada 2010 menjadi kenangan yang tak akan pernah terlupakan.

Kamis malam, 4 November 2010, hingga puncak erupsi, ia masih bertahan di rumahnya bersama adiknya. Sementara itu keluarga Yudhi yang lain sudah mengungsi di wilayah Janti.

Instruksi untuk segera mengungsi baru ia dapatkan sekitar pukul 23.00 WIB setelah intruksi untuk evakuasi sudah sampai ke Kalurahan. Informasi itu dilanjutkan ke Dukuh setempat yang kemudian menyeru melalui pengeras suara masjid, meminta seluruh warga untuk segera mengungsi.

“Pak RT saat itu mengumumkan dengan suara gemeteran,” ujar Yudhi menceritakan kembali kejadian lampau.

Saat itu Yudhi dan adiknya bergeser ke depan Koramil Cangkringan, namun karena teringat tetangganya yang sudah sepuh masih berada di rumah kemudian mereka memutuskan untuk kembali. Di luar dusun Yudhi melihat tetangganya sudah dievakuasi namun nekat untuk kembali karena ingin mengambil surat-surat berharga.

Di tengah perjalanan menuju rumah, gumpalan api jatuh di tengah jalan yang berjarak 10 meter di depan matanya. Tak jauh dari lokasi itu, ia dihadapkan pada pemandangan lava pijar berwarna oranye menyala yang berjalan memenuhi Sungai Gendol.
Dua teror itu membuatnya tersadar bahwa pilihan terbaik adalah tidak melanjutkan perjalanan kembali ke rumah.

“Alhamdulillah saya diingatkan, kalau perjalanan itu saya lanjutkan barangkali saya waktu itu sudah terjebak awan panas atau lava pijar,” kata Yudhi.


Berbekal pengalaman itu, ia meminta seluruh warga di kaki gunung api itu untuk meningkatkan pengetahuan mitigasi kebencanaan khususnya mengenai gunung api. Beliau juga berpesan  jangan pernah menyepelekan kekuatan gunung api, sembari mematuhi apapun imbauan dan instruksi dari pemerintah.


“Sampai sekarang saya masih trauma. Kalau mendengar suara petir atau angin agak kencang sedikit saya takut,” kata pria bernama lengkap Yudhi Arianto.


Sampai saat ini beliau masih mengingat jelas masa-masa genting sebelum awan panas Merapi akhirnya menyapu kampung halamannya di Padukuhan Gungan, Wukirsari, Cangkringan, Sleman 12 tahun silam.


 

Hidup Harmoni Dengan Potensi Bencana Gunung Merapi Di Kalurahan Wukirsari

Kronologi Erupsi Merapi tanggal 5 November 2010

Kesaksian Warga Melihat Lava Pijar Erupsi Gunung Merapi

Dampak erupsi merapi di Kalurahan Wukirsari

Wukirsari Menguatkan Kemampuan Mitigasi Untuk Menciptakan Harmoni Di Lereng Merapi

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Komentar