Laras Madyo “Sedyolaras” Cakran

September 29, 2025

DAPOBUD-OPK: Seni,

Seni Laras Madyo adalah bentuk kesenian tradisional Jawa yang berupa ansambel vokal dan instrumental, yang diciptakan di lingkungan Karaton Kasunanan Surakarta pada masa Pakubuwono X (1893-1930). Kesenian ini merupakan perpaduan nilai Islam dan budaya Jawa yang digunakan oleh penyebar agama Islam untuk memudahkan penerimaan ajaran agama di masyarakat. Laras Madyo memiliki melodi yang lembut dan menenangkan, serta berfungsi sebagai medium harmoni antara nada dan iman. 

Asal-usul dan Fungsi
  • Asal: 
    Laras Madyo berkembang di lingkungan Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat pada masa pemerintahan Pakubuwono X (dari beberapa sumber). 

  • Tujuan: 
    Kesenian ini diciptakan untuk memadukan nilai-nilai Islam dengan budaya Jawa, sehingga memudahkan penyebaran dan penerimaan ajaran Islam di kalangan masyarakat Jawa. 

  • Penggunaan: 
    Di masa lalu, Laras Madyo digunakan dalam upacara adat seperti Malem Selikuran dan pengantaran zakat fitrah keluarga raja. 

Ciri Khas
  • Musik: Menggunakan kendang Jawa sebagai pengatur tempo dan pemimpin ansambel. 
  • Vokal: Terdapat unsur vokal yang lembut dan menenangkan, menciptakan harmoni antara nada dan keimanan. 
  • Paduan Budaya: Merupakan perpaduan unik antara tradisi seni vokal dan instrumental Jawa dengan nilai-nilai ajaran Islam. 
Kesenian Laras Madyo Saat Ini
Saat ini, kesenian Laras Madyo tetap dilestarikan oleh berbagai kelompok seni tradisional, seperti di Padukuhan Cakran, Kalurahan Wukirsari, Kapanewon Cangkringan, Kabupaten Sleman. Kesenian ini menjadi bagian penting dari pelestarian budaya Jawa yang kaya akan nilai-nilai luhur.