Jathilan “Bekso Sekar Merapi” Bedoyo

September 29, 2025

DAPOBUD-OPK: Seni,

Jathilan adalah sebuah kesenian rakyat tradisional Jawa yang menggabungkan tarian, magis, dan musik, yang identik dengan penggunaan properti kuda tiruan dari anyaman bambu. Kesenian ini juga dikenal sebagai kuda lumping atau jaran kepang, dan akronim katanya berasal dari frasa Jawa “jaranne jan thil-thilan” yang berarti kudanya joget tak beraturan, menggambarkan gerakan para penari yang terkadang dalam kondisi kesurupan. Jathilan “Bekso Sekar Merapi” yang berasal dari Bedoyo Kalurahan Wukirsari Kapanewon Cangkringan adalah salah satu Grup Jathilan di Kalurahan Wukirsari yang masih eksis hingga saat ini.
Ciri-Ciri Jathilan
  • Properti Kuda Anyaman Bambu:
    Penari mengempit atau mengendarai kuda tiruan yang terbuat dari anyaman bambu atau kulit. 
  • Gerakan Tari: 
    Tarian pada Jathilan biasanya menggambarkan pertempuran atau perang antara 2 kelompok prajurit. 
  • Gerakan Tidak Beraturan: 

    Gerakan penari bisa tidak teratur dan “joget tak beraturan” (thil-thilan), terutama saat penari kesurupan. 

  • Unsur Magis dan Kerasukan: 

    Jathilan sering menampilkan unsur magis, di mana penari dapat kesurupan dan melakukan atraksi berbahaya seperti memakan beling atau genting, yang dikendalikan oleh seorang pawang. 

  • Musik Pengiring: 

    Pertunjukan diiringi dengan musik gamelan atau alat musik khas lainnya. 

  • Makna dan Fungsi: 

    Selain menghibur, jathilan juga memiliki makna spiritual dan digunakan sebagai sarana menyatukan masyarakat serta simbol keberanian melawan penindasan. 

Asal dan Perkembangan
  • Jathilan berasal dari Jawa, khususnya Yogyakarta dan Jawa Tengah, meskipun ada juga yang mengaitkannya dengan kesenian di Ponorogo, Jawa Timur. 
  • Kesenian ini telah mengalami perkembangan dan adaptasi sesuai zaman, baik dari segi cerita maupun pakem pertunjukannya, menjadi bentuk kesenian rakyat yang hidup. 
  • Jathilan juga menjadi warisan budaya takbenda Indonesia dan merupakan bentuk pelestarian kebudayaan Jawa yang diwariskan secara turun-temurun.