Memperingati usia kandungan tujuh bulan atau mitoni hanya dilakukan untuk anak pertama. Pada anak kedua dan seterusnya, mitoni tidak lagi menjadi keharusan. Dalam tradisi ini, ibu hamil akan dimandikan di salah satu sumber mata air sebagai bentuk doa dan harapan agar proses kelahiran berjalan lancar.
Ritual pemandian tersebut dilengkapi dengan berbagai syarat, seperti jajanan pasar, bunga-bungaan untuk ritual, serta kelapa gading muda yang telah dilukis tokoh Arjuna dan Subadra pada sisi yang berbeda. Ketika prosesi berlangsung, kelapa gading akan dijatuhkan ke dalam air. Posisi gambar yang menghadap ke atas dipercaya sebagai pertanda jenis kelamin bayi yang sedang dikandung.
Selain itu terdapat pula seekor ayam kecil yang kemudian dilepaskan, yang dikenal dengan sebutan “keplek,” sebagai simbol pelepasan segala halangan dan doa agar si bayi lahir dengan selamat, sehat, dan membawa kebahagiaan bagi keluarga.
