Umbul Celeng

October 29, 2025

DAPOBUD-OPK: Tradisi Lisan,

Umbul Celeng di Bulaksalak dipercaya dahulu memiliki kekuatan besar yang bisa menjadikannya seperti lautan. Namun kekuatan itu kemudian “ditutup” atau dikunci menggunakan sebuah lesung, sehingga Umbul Celeng tetap menjadi mata air. Pada tahun 1950-an, masyarakat di sekitar Bulaksalak dikenal cukup keras dan kerap disebut “nakal.” Ketika mereka kehabisan makanan, sebagian orang memilih mencuri milik warga lain. Jika tertangkap, mereka akan digebuki massa sampai tubuhnya babak belur. Menariknya, setelah itu mereka mandi di Umbul Celeng dan tubuh mereka pulih dalam waktu singkat. Dari situlah muncul keyakinan bahwa air umbul ini memiliki kekuatan penyembuhan.

Umbul Celeng kemudian dikenal sebagai umbul khusus untuk penyembuhan. Konon, siapa pun yang sedang sakit parah, habis berkelahi hingga patah tulang, atau mengalami cedera berat lainnya, bisa dibawa ke Umbul Celeng. Di sana akan dilakukan ritual tertentu dengan keyakinan penuh bahwa penyakitnya dapat hilang. Banyak kisah yang diceritakan turun-temurun tentang orang-orang yang mandi di Umbul Celeng sebanyak tiga hingga tujuh kali dan kemudian benar-benar sembuh.

Terdapat pula legenda menarik yang menyebutkan bahwa apabila ritual seseorang diterima, akan muncul minyak khusus yang mengapung di permukaan air. Masyarakat Jawa menyebut minyak itu sebagai minyak tolo, yang dipercaya sebagai media penyembuhan. Minyak tersebut hanya akan muncul untuk mereka yang ritualnya benar dan diterima, sehingga dianggap sebagai pertanda baik.

Setiap malam 1 Suro, Umbul Celeng ramai dikunjungi orang-orang dari berbagai tempat. Mereka datang dengan niat tertentu, mulai dari penyucian diri, memohon kesembuhan, hingga mencari berkah. Kepercayaan terhadap kekuatan sakral Umbul Celeng masih bertahan hingga sekarang, dan menjadi bagian dari kekayaan cerita lokal di Bulaksalak.