“Wiwitan” merujuk pada tradisi upacara adat masyarakat Jawa yang dilakukan sebelum memanen padi sebagai wujud syukur kepada Tuhan. Kata “wiwitan” berasal dari kata “wiwit” yang berarti “memulai”, sehingga wiwitan adalah penanda bahwa petani akan memulai panen.
Makna Wiwitan
-
Wujud Syukur:Petani mengucap syukur atas rezeki dan anugerah yang telah diberikan Tuhan berupa hasil panen padi yang melimpah.
-
Permohonan Izin:Upacara ini juga merupakan penghormatan kepada alam untuk memulai memanen hasil bumi.
-
Memulai Panen:Secara harfiah, wiwitan adalah tanda bagi petani untuk mulai memotong padi dan memulai kegiatan panen raya.
Prosesi Wiwitan
Meskipun ada variasi daerah, umumnya upacara ini meliputi:
-
Doa Bersama:Pembacaan doa-doa oleh tokoh masyarakat atau sesepuh kampung.
-
Persembahan “Sesaji”:Menyediakan “sesaji” berupa makanan, kembang setaman, dan sesajen lainnya sebagai simbol yang mengandung makna filosofis.
-
Simbolis Pemotongan Padi:Melakukan pemotongan beberapa tangkai padi sebagai simbol bahwa padi sudah siap untuk dipanen.
-
Makan Bersama (Dahar Kembul/Kembul Bujono):Menyantap makanan yang telah disiapkan bersama-sama sebagai wujud kerukunan dan kebersamaan masyarakat.

Etnis: Jawa
